Mengenal bagian Lidah sebagai reseptor rasa

Manusia memiliki indra perasa yang bisa merasakan Pahit (bitter), manis (sweet), asin (salty), kecut (sour) dan rasa umami (sensasi yang diberikan oleh senyawa asam amino glutamate, aspartate). Lima rasa dasar tersebut merupakan sensasi yang dirasaskan melalui sel reseptor yang terletak di rongga mulut. Namun sampai saat ini mekanisme rasa (Taste) didefinisikan oleh sel reseptor dan didefinisikannya masih menjadi sebuah tanda Tanya besar bagi cendiakawan. Hal tersebut “rasa” tidak sesimple seperti indra perasa mendifinisakan 5 rasa dasar tersebut.

Serabut rasa merupakan detector rasa yang terletak di rongga mulut. Kebanyakan serabut perasa tersebut terletak di lidah. Orang dewasa rata rata memiliki serabut rasa berkisar 10.0000-an namun uniknya untuk anak kecil serabut rasa tersebut jumlahnya lebih banyak. Ketika serabut perasa tersebut rusak (dikarenakan memaksa meminum teh yang masih panas atau orang yang sering debus dengan menaruh benda pabas di lidah) maka secara cepat akan digantikan dengan serabut yang baru dalam jangka 7 hingga 10 hari. Pergantian serabut rasa tersebut akan berlangsung sepanjang hayat lho. Serabut rasa dilidah juga bisa berkurang sensitifitasnya lho. Hal tersebut dikarenakan faktor usia, infeksi di mulut, merokok, sakit, terpapar logam, karena obat dan trauma.

Serabut rasa atau bisa disebut papilia memiliki 4 tipe yang berbeda fungsinya. Jenis papilia yang banyak terdapat di lidah adalah Filiform yang serabut perasanya sangat sedikit namun berperan dalam memberikan sensasi rasa di lidah. Papilia yang memiliki serabut untuk merasakan adalah Fungiform, Foliate dan Circumvalat. Fungiform terletak di ujung lidah seperti bentuk jamur terbalik serta memiliki titik titik merah (terdiri dari 2 atau 3 serabut perasa). Hampir sekitar 18% total serabut perasa terletak di fungiform. Foliate berbentuk seperti daun dan terlihat seperti sayatan kecil pada samping ujung lidah. Sayatan kecil tersebut berkisar 20 saytan yang terletak di kanan dan kiri lidah yang tersusun dari 600 serabut perasa. Hampir 34% serabut perasa terletak di Foliate. Pada bagian belakang lidah terlatak circumvalat yang tersusun atas 250 serabut perasa. Jumlah circumvalat berkisar 8 hingga 12 dan hampir 48% serabut perasa terletak di circumvalat.

Saat di sekolah dasar kita diajarkan bahwa lidah dibagi berdasarkan zona perasa dimana rasa manis terletak diujung lidah sedangkan rasa masam terletak di sisi samping lidah dll. Namun pembagian tersebut tidak melukiskan rasa secara pasti. Hal tersebut dikarenakan serabut perasa tersusun dari sel perasa yang berjumlah hingga 100 buah. Sel perasa terletak hampir diseluruh permukaan lidah dimana Sel perasa tersebut akan mewakili sensasi 5 rasa dasar. Setiap sel memiliki struktur seperti filament yang disebut Microvil. Microvil memiliki reseptor yang berperan sebagai transmembran protein untuk mengikat molekul dan ion yang akan menstimulus rasa. Setiap reseptor sel rasa terhubung melalui jaringan yang rumit dari aktivitas seluler menuju jaringan neuron sensori yang akan menuju ke otak. Jaringan neuron tunggal akan terhubung ke beberapa sel perasa pada serabut perasa dilidah. Jika dilihat dari mekanisme tersebut bisa dilihat bahwa otak memiliki peranan penting terhadap penerjemahan, pengkategorian, dan penyimpanan memori kulaitas rasa.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s