Mencari Minuman Teh yang Berkualitas (3): Mengenal berbagai kultivar Teh

Artikel sebelumnya Mencari Minuman Teh yang Berkualitas (2): Mengenal Camelia sinensis telah dijelaskan beberapa jenis varietas tanaman teh yang ditanam diseluruh perkebunan teh. Jenis teh yang banyak ditanam di Indonesia adalah varietas Assamica. Varietas assamica lebih cocok untuk kondisi iklim tropis. Indoensia sendiri memiliki klon unggulan dari varietas assamica. Klon-klon tersebut diantaranya: GMB-1; GMB-2; GMB-3; GMB-4; GMB-5; GMB-6; GMB-7; GMB-8; GMB-9; GMB-10; dan GMB-11. Klon unggulan GMB telah banyak ditanam di perkebunan teh di Indonesia karena memiliki produktivitas tinggi, ketahanan terhadap serangan OPT tertentu dan pada sebagian klon tahan pada kondisi panas ekstrim. Selain itu Pusat Penelitian Teh dan Kina juga telah mengeluarkan edisi varietas sinensis yaitu GMBS-1 hingga GMBS-5. Sebelumnya klon teh yang banyak ditanam di perkebunan teh Indonesia adalah klon TRI 2024 dan 2025 yang berasal dari Tea research Institute dari Sri Lanka.

Hingga saat ini telah banyak varietas teh yang memiliki ciri khusus dan unik yang telah ditanam. Pusat penelitian teh di Kenya telah menghasilkan jenis klon teh yang memiliki daun berwarna ungu. Klon teh dengan warna unggu tersebut adalah klon:  TRFK 73/1, TRFK 73/2, TRFK 73/3, TRFK 73/4, TRFK 73/5, TRFK 73/7, TRFK 91/1, TRFK 91/2, TRFK 83/1, K-purple, TRFK KS 1, dan TRFK KS2.  Produk teh yang dihasilkan dari daun teh berwarna ungu memiliki total polifenol, total katekin dan aktivitas antioksidan yang serupa dengan daun yang berwarna hijau. Selain itu, daun teh yang berwarna unggu memiliki kandungan kafein lebih rendah jika dibandingklan dengan kultivar daun teh yang berwarna hijau. hal tersebut bisa dibaca lebih detail di Purple Tea – Is This the Tea of the Future? dan Deepest Africa – The Tea of Kenya: Stop 5 on the World Tea Tasting Tour

slide191
manfaat keuntungan dari daun teh berwarna ungu

Salah satu keuntungan lain dari daun teh berwarna unggu adalah kaya akan senyawa antosianain dimana senywa yang berperan adalah Sianidin-3-O-glucoside (Kerio et al., 2013). Hal yang sama juga dari teh berdaun ungu yang berasal dari cultivar Zijuan teridentifikasi memiliki 8 komponen senyawa antosianin yaitu: pelargonidin-3,5-diglucoside, cyanidin-3-O-galactoside, cyanidin-3-O-glucoside, delphinidin, cyanidin, pelargonidin, peonidin, dan malvidin dengan menggunakan HPLC dan LC–MS (Lv et al., 2015)

Zijuan
Zijuan tea Cultivar and Common green tea cultivar (Lv et al., 2015)

 

Selain itu ada juga daun teh kultivar albino. Karakteristik dari daun teh ini adalah permukaan daunnya berwarna sedikit putih. Kultivar teh albino ini adalah ‘Anji baicha’ ‘Huangjinya’ (Hu), ‘Tiantai huangcha’, ‘Yujinxiang’, dan ‘Fuding dabaicha’. Karakteristik dari teh yang diproduksi dari kultivar albino adalah adalah yang menyegarkan “Brisk”(Feng et al., 2014). Selain itu ada 11 jenis kultivar dari teh hijau yaitu ‘‘Shizu-7132”, ‘‘Koushun”, ‘‘Kanayamidori”, ‘‘Sayamamidori”, ‘Yabukita”,‘‘Sayamakaori”, ‘‘Asatsuyu”, ‘‘Tsuyuhikari”, ‘‘Inzatsu-131”, dan ‘‘Fujikaori”,dan ‘‘Ohiwase yang memiliki karakteristik aroma khas Koumarin. Koumarin adalah produk alami yang banyak diketahui karena aroma herbal yang manis dan seperti bungga cheri (Yang et al., 2009).

Albino teh
Salah satu jenis kultivar teh albino (Yang et al., 2009)

Indonesia sendiri memiliki kultivar teh yang unik pula. Daun teh tersebut memiliki warna daun berwarna merah dan tumbuh di daerah Pamandangan, perkebunan Teh PT. Tambi,  Wonosobo. Karakter dari daun teh merah tersebut adalah tepi daun bergerigi dengan ujung daun runcing dan pangkal membulat dengan permukaan licin mengkilat. Sayangnya potensi daun teh merah “Tambi” belum banyak digali lebih dalam (Warta Penelitian dan Pengembangan Tanaman Industri, 2013).

Itulah salah satu jenis keragama tanaman teh yang ada di Dunia. Meskipun sebenarnya masih banyak lagi jenis jenis kultivar teh yang memiliki karakteristik dan bentuk yang khusus yang membedakan dengan kultivar lainnya. Dengan mengenal berbagai macam jenis kultivar teh diharapkan bisa memperkaya wacana kita terhadap tanaman teh.

Salam Hangat

Reference:

Feng et al., 2014. Determination of quality constituents in the young leaves of albino tea cultivars. Food Chemistry, 155; 98–104

Lv et al., 2015. Identification of the anthocyanins from the purple leaf coloured tea cultivar Zijuan (Camellia sinensis var. assamica) and characterization of their antioxidant activities. Journal of Functional Foods, 17: 449–458

Kerio et al., 2013. Total polyphenols, catechin profiles and antioxidant activity of tea products from purple leaf coloured tea cultivars. Food Chemistry 136; 1405–141.

Warta Penelitian dan Pengembangan Tanaman Industri. 2013. Teh Merah Hasil Eksplorasi di Kabupoaten Wonosobo. Vol: 19 (1): 1-3.

Yang et al., 2009. Analysis of coumarin and its glycosidically bound precursor in Japanese green tea having sweet-herbaceous odour. Food Chemistry. 114; 289–294

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s